Showing posts with label Hewan. Show all posts
Showing posts with label Hewan. Show all posts

Thursday, March 10, 2011

Spesies Lele Berkulit Jaguar Ditemukan

Lele mungkin sudah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, bagaimana dengan lele berkulit mirip jaguar? Pastinya ini merupakan hal baru. Para ilmuwan baru saja menemukan spesies ini dan memublikasikan temuannya di jurnal Zootaxa, Kamis (10/3/2011).

Para ilmuwan mengatakan, lele yang ditemukan memiliki tampakan luar berwarna krem dengan bintik-bintik, persis kulit jaguar. Karena kemiripan itu, lele jaguar ini kemudian dinamai Stenolicnus ix. Dalam bahasa Maya, "ix" adalah kata yang merujuk pada spesies jaguar.

Stenolicnus ix, sejenis lele kecil yang memiliki pola bintik pada tubuhnya.

Stenolicnus ix memiliki perbedaan menonjol dengan hewan lain pada genus yang sama. Spesies ini memiliki panjang nasal barbel yang berbeda dari spesies lain segenus. Nasal barbel adalah organ taktil yang memanjang dari mulut, berwujud mirip kumis kucing.

Spesies ini ditemukan dalam rangkaian ekspedisi di wilayah hutan Amazon bagian utara, Para, Brazilia, wilayah hutan hujan tropis yang mencakup area seluas 4 hektar. Ilmuwan menemukan ketika mengeksplorasi dasar Sungai Curua, menyaring pasir dan sampah daun dengan memakai jaring kecil.

"Ikan ini kami temukan ketika kita akan menyelesaikan penelitian di danau kecil. Spesiesnya sangat kecil karenanya sangat sulit ditemukan. Itulah sebabnya kami hanya mengambil satu sampel," kata Wolmar Wosiack, peneliti dan kurator koleksi ichtyologi di Emilio Goeldi Museum, Para.

Selain lele berkulit jaguar ini, terdapat 15 spesies lainnya yang juga ditemukan di perairan yang sama selebar 5 meter dengan kedalaman 1 meter. Wosiack menemukannya bersama rekannya, Daniel Coutinho, dari Federal University Para dan dan Luciano Montag, mahasiswa pascasarjana di universitas tersebut.

Ekspedisi ini diorganisasi oleh Emilio Goeldi Museum dan Conservation International Brazilia. Ekspedisi dilakukan pada tahun 2008 dan melibatkan 30 ilmuwan, dipimpin oleh Alexandro Aleixo, peneliti dan kurator koleksi burung Museum Goeldi. Eksplorasi dilakukan di wilayah hutan seluas 12 juta hektar.

Source: http://sains.kompas.com/read/2011/03/10/10201395/Spesies.Lele.Berkulit.Jaguar.Ditemukan
READ MORE - Spesies Lele Berkulit Jaguar Ditemukan

Wow, Kura-Kura Mutan Berkepala Dua

Wow, Kura-Kura Mutan Berkepala Dua

INILAH.COM, Jakarta- Kura-kura Afrika berkepala dua menjadi pemandangan langka di kawasan Afrika Utara. Bertubuh mungil, kura-kura berusia 7 minggu itu menarik perhatian.

Kura-kura African Spurred Tortoise yang masing-masing bernama Madga dan Lenka dan lahir di Slovenia dengan lima kaki ini ditampilkan di Zilina, Slovakia. Meskipun tampak mungil, kura-kura tersebut merupakan anggota spesies ketiga terbesar di dunia selain Galapagos Tortoise dan Aldabra Giant Turtle.

Bernama latin Geochelone sulcata, hewan ini memiliki habitat di ujung selatan gunung Sahara, Afrika Utara. Berat kura-kura dewasa biasanya 70 sampai 100 pon dengan ukuran 45 sentimeter.

Jangka hidup African Spurred Tortoise sekitar 30 sampai 50 tahun, meskipun sering hidup lebih lama. Kura-kura jenis ini paling tua berusia 45 tahun, berada di penangkaran Giza Zoological Gardens, Mesir. [mdr]

READ MORE - Wow, Kura-Kura Mutan Berkepala Dua

Thursday, March 3, 2011

Di Bogor Ada Kelinci Tak Miliki Kuping

Kelinci tak berkuping (Foto: Endang G/Sun TV)
Kelinci tak berkuping (Foto: Endang G/Sun TV)

BOGOR - Hewan kelinci yang ada di Indonesia selalu identik memiliki kuping panjang hingga mencapai belasan sentimeter. Namun di Bogor, Jawa Barat, ada kelinci yang tidak memiliki kuping panjang.

Inilah yang terjadi terhadap kelinci Jefri Pakpahan. Warga Kampung Cijulang, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini mengaku kelinci yang dimilikinya tidak memilik perbedaan dari kelinci normal.

Dia menceritakan, awal mendapatkan kelinci itu secara tak sengaja saat membeli di pasar sekira setahun lalu. Jefri menjelaskan, kehidupan sang kelinci unik ini pun sama seperti hewan pemakan wortel lainnya.

Selain kelinci tanpa daun telinga, Jefri ternyata juga memiliki jenis kelinci unik lainnya yaitu kelinci dengan daun telinga tidak simetris. Di mana sebelah daun telinga bisa tegak, namun sebelahnya lagi tampak jatuh.

Karena keunikannya ini, kini Jefri yang juga peternak kelinci berusaha mengembangkan lebih banyak lagi. Bagi para pecinta kelinci, tampaknya harus bersabar karena Anda hanya bisa melihat. Karena sang empunya, tak akan pernah menjualnya dengan nilai berapa pun.

sumber (Endang Gunawan/Global/kem)
READ MORE - Di Bogor Ada Kelinci Tak Miliki Kuping

Tuesday, March 1, 2011

Pterygotus,Kalajengking Laut Sepanjang 2 Meter !

Quote:
Quote:
Kalajengking purba (Pterygotus) muncul pada pertengahan Masa Paleozoikum, kira-kira 400 juta tahun yang lalu. Berbeda dengan kalajengking pada umumnya, bentuk kalajengking purba lebih sederhana. Tubuhnya terdiri dari banyak ruas-ruas yang terlindung cangkang tipis. Perbedaan lainnya adalah ukuran tubuh beberapa jenis kalajengking purba yang mencapai 100 kali ukuran kalajengking masa sekarang, 2 hingga 3 meter. Selain itu, kalajengking purba juga hidup di air.
Quote:
Pterygotus Hidup sezaman dengan ikan hiu purba.Ia memiliki capit bergerigi untuk menangkap mangsanya.seperti yang telah disebutkan panjang tubuh Pterygotus dapat mencapai 2 meter (panjang amir ).Walaupun tidak bertulang belakang,Pterygotus memiliki rangka luar yang keras
Quote:
Pterygotus


Pterygotus


Pterygotus


Pterygotus


Pterygotus


Pterygotus


Pterygotus


Pterygotus


Pterygotus

semoga bermanfaat...


READ MORE - Pterygotus,Kalajengking Laut Sepanjang 2 Meter !

Monday, February 28, 2011

Ditemukan, Dinosaurus dengan Tendangan Maut

Brontomerus mcintoshi, dinosaurus dengan tulang kaki terbesar.

VIVAnews - Satu spesies dinosaurus baru, yakni Brontomerus mcintoshi telah dipublikasikan di jurnal Acta Palaeontologica Polonica. Oleh penemunya, dinosaurus ini disebut juga sebagai ‘thunder-thighs’ karena memiliki otot paha yang sangat kuat.

Brontomerus, anggota dari dinosaurus sauropod yang memiliki leher panjang seperti Diplodocus dan Brachiosaurus kemungkinan menggunakan otot pahanya yang kuat sebagai senjata untuk menendang lawannya. Kemungkinan lain, otot itu bermanfaat untuk membantu mereka berjalan jauh atau berjalan di medan yang sulit.

Diperkirakan, hewan ini hidup sekitar 110 juta tahun lalu, selama Early Cretaceous Period dan kemungkinan harus berseteru dengan pemangsa yang ganas seperti Deinonychus dan Utahraptor.

Dua fosil Brontomerus mcintoshi, satu fosil dewasa dan satu fosil anak berhasil diamankan oleh peneliti ke Sam Noble Museum, di Amerika Serikat. Menurut para paleontologist, fosil yang lebih besar merupakan fosil induknya yang diperkirakan memiliki panjang 14 meter dan bobot seberat 6 ton. Adapun fosil anaknya, diperkirakan memiliki bobot tubuh seberat 200 kilogram dengan panjang 4,5 meter.

Peneliti mengamati genus baru itu berdasarkan tulang bahu, pinggul, rusuk, tulang belakang, dan beberapa bagian yang belum berhasil diidentifikasi. Tulang-tulang itu digunakan untuk mengidentifikasi fitur unik Brontomerus, khususnya bentuk ilium (tulang pinggul) yang dalam kasus Brontomerus, berukuran luar biasa besar dibanding dengan milik dinosaurus serupa.

Tulang lebar dan berbentuk pipih itu maju hingga ke depan dudukan pinggul, menyediakan kawasan yang luas untuk menampung otot. Bentuk tulang itu mengindikasikan bahwa hewan tersebut kemungkinan memiliki otot kaki terbesar di antara seluruh dinosaurus di keluarga sauropod. Otot itu tercermin dari nama Brontomerus atau “thunder-thighs”dalam bahasa Inggris.

Adapun nama mcintoshi dipilih untuk menghormati John ‘Jack’ McIntosh, seorang fisikawan asal Wesleyan University, Amerika Serikat yang juga merupakan paleontologist lepas.

“Brontomerus mcintoshi merupakan penemuan yang sangat menarik bagi kami,” kata Mike Taylor, peneliti dari Department of Earth Sciences, University College London, seperti dikutip dari Science 2.0, 28 Februari 2011. “Saat kami mendapati bentuk aneh dari pinggulnya, kami memikirkan apa fungsinya, namun kami menyimpulkan bahwa untuk memperkuat tendangan merupakan manfaat yang paling memungkinkan,” ucapnya.

Taylor menyebutkan, tendangan Brontomerus kemungkinan digunakan saat dua pejantan bersaing untuk memperebutkan seekor Brontomerus betina. Namun melihat mekanisme tulang yang ditemukan, tidak mustahil jika tendangan Brontomerus digunakan sebagai tendangan ‘maut’ untuk mempertahankan diri dari serangan predator yang bermaksud memangsanya.

READ MORE - Ditemukan, Dinosaurus dengan Tendangan Maut

Saturday, February 26, 2011

Ilmuwan Ungkap Metode Renang Hewan Pasir

Headline

INILAH.COM, Jakarta- Memahami cara berenang hewan di pasir dengan mendorong diri sendiri ternyata membantu manusia mengembangkansistem robot dan eksplorasi ruang angkasa. Seperti apa?

Ilmuwan dari Georgia Institute of Technology di Amerika Serikat menciptakan model paling lengkap dari sebuah organisme yang berenang di lingkungan bukan air, pasir misalnya. Ilmuwan berharap metode itu dapat membantu manusia memahami sistem deteksi ranjau darat, pengawasan gempa ataupun penemuan materi di planet lain.

“Kita tidak pernah memiliki rincian secara kuantitatif mengenai model akurat dari organisme yang bergerak melalui lingkungan bukan air atau udara. Model ini memungkinkan kita menghasilkan hipotesis tentang kondisi internal kadal,” kata Profesor Daniel Goldman yang melakukan studi tersebut.

Ilmuwan mempelajari kadal teripang asal Afrika Utara yang mampu menggali dengan cepat di dalam pasir untuk menghindari predator maupun melarikan diri dari panasnya padang pasir. Menggunakan kamera khusus, ilmuwan menemukan bahwa kadal menggerakkan tubuhnya mirip gelombang sinus atau osilasi berulang secara halus. Dengan sistematika berulang yang konstan, kadal dapat bergerak dengan cepat.

Karena komputer tidak mampu mendeteksi jutaan partikel di pasir maka ilmuwan mengganti materi itu dengan manik-manik kaca berukuran 3 milimeter. Untungnya, kadal bergerak dengan cara yang sama sehingga para ahli mampu mereplikasi gerakan dalam salinan robot dan model komputer.

Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of the Royal Society Interface.

READ MORE - Ilmuwan Ungkap Metode Renang Hewan Pasir

Friday, February 25, 2011

Inilah Rahasia Pola Warna Macan Tutul


Teori populer soal bintik di kulit macan tutul adalah upaya menyembunyikan diri di hutan Afrika. Namun realitas adaptasi khas kucing besar itu malah membosankan.

“Pertanyaan soal bagaimana pembentukan warna pada vertebrata seperti kotak hitam yang belum terungkap. Mencari tahu pola warna ini membuktikan bahwa aktivitas gen pigmentasi tunggal pada embrio ternyata berpengaruh pada pola warna makhluk dewasa,” tulis pemimpin penelitian, Marie Maceau.

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi gen yang menentukan pola warna di kulit tikus. Meskipun studi ini masih tahap awal, mereka percaya jalinan DNA juga memainkan peran dalam membentuk tanda di tubuh makhluk hidup, termasuk pada macan tutul. Peneliti mengklaim gen yang disebut Agouti mempengaruhi bagaimana bentuk kulit macan tutul.

Temuan dari tim di Harvard University, Amerika Serikat, bermula dari studi pada deer mice, yang seperti banyak makhluk hidup lain memiliki perut berwarna lebih bias dibandingkan bagian punggung. Ilmuwan menunjukkan bagaimana keaktifan gen Agouni berdampak pada distribusi pigmen di tubuh hewan.

Gen sangat aktif di bagian perut tikus sebelum lahir sehingga mempengaruhi distribusi pigmen tubuh hewan selanjutnya. Gen aktif itu menghambat pematangan sel yang menghasilkan pigmen. Studi tersebut dipaparkan di jurnal Science.

READ MORE - Inilah Rahasia Pola Warna Macan Tutul

9 Penghuni Sungai yang Menyeramkan

Detail Berita
(foto: yan-worlds.blogspot)

IKAN adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia.

Beikut beberapa ikan yang menyeramkan tersebut:

African Lungfish
Makhluk sungai yang cukup aneh menurut saya. Bagi orang yang belum pernah melihatnya, pasti akan mengira makhluk ini sebagai monster karena bentuknya yang menyeramkan.

Namun, meskipun bentuknya mengerikan, hewan ini sama sekali tidak berbahaya. Ikan ini beradaptasi dengan lingkungannya yang kurang oksigen, sehingga membuat ikan ini jarang terlihat oleh manusia.

Goliath Tigerfish
Mendengar namanya saja, kita sudah tahu jika makhluk ini bukan makhluk sembarangan. Dengan panjang mencapai 1,5 meter lebih dan gigi yang tajam, tentu banyak orang yang takut dengan tampang seram ikan ini.

Goliath Tigerfish merupakan varian terbesar dalam keluarga Tigerfish, dan merupakan predator yang hebat. Ikan ini terkenal akan kekuatan dan kecepatannya.

Vampire Piranha
Piranha Vampir merupakan kerabat dekat dari ikan piranha yang terkenal dari sungai Amazon. Ikan ini dinamakan vampir piranha karena gigi taringnya yang dapat mencapai 6 inci. Ikan piranha yang jarang diketahui ini hidup di sungai Orinoco, Venezuela.

Mekong Giant Catfish
Pasti sebagian besar pembaca sudah mengetahui ikan yang satu ini. Ikan yang hampir mirip dengan hiu paus ini merupakan ikan air tawar terbesar yang pernah ditemukan dan berasal dari China. Ukuran terbesarnya lebih mendekati paus ketimbang ikan air tawar pada umumnya.

Bagarius Yarelli
Dikenal juga sebagai "Yeti dari sungai" atau Ikan lele pemakan daging. Ikan ini mempunyai gigi - gigi tajam dengan panjang mencapai 1 inci. Bahkan, ikan yang habitatnya tersebar di beberapa negara di Asia ini dikatakan suka memakan daging manusia, walaupun masih sebatas rumor.

Alligator Gar
Makhluk sungai yang satu ini tampak seperti perpaduan antara alligator dengan ikan. Hewan yang hidup di Amerika Utara ini jarang berburu mangsa, namun menunggu mangsa yang lewat di depan mulutnya, kemudian ia menerkamnya dengan kecepatan yang luar biasa.

Pirarucu
Sekilas Pirarucu mirip sekali dengan ikan arwana yang terkenal di Indonesia, ikan ini pun memiliki kesamaan dengan ikan arwana, yaitu sama - sama suka melompat ke udara untuk berburu maupun menghirup udara.

Ikan ini sejatinya tidak berbahaya, namun jika merasa terancam, ia akan menggunakan kepalanya untuk senjata pertahanan diri.

Chinese Paddle Fish
Ikan yang berasal dari China ini memang unik. Banyak orang yang mengatakan jika ikan ini adalah ikan dengan wajah terburuk di dunia. Meskipun mendapat julukan sebagai Raja Sungai Yangtze, namun ikan ini diduga telah punah.

Piraiba Catfish
Ikan yang panjangnya bisa mencapai 3 meter dengan berat 272 kg ini membuat takut sebagian besar pemancing. Ikan ini terkenal akan kekuatannya, bahkan ikan ini dikatakan mampu membuat seorang manusia tenggelam karena kekuatannya.

Banyak rumor yang beredar jika penyebab pemancing - pemancing yang hilang ketika memancing di sungai adalah karena diseret oleh ikan ini kedalam sungai hingga tenggelam.

Well, ternyata sungai pun tidak kalah dengan lautan, banyak makhluk - makhluk unik hidup disini. Walaupun bentuk - fisik mereka terbilang unik dan aneh, namun tidak bisa dipungkiri lagi jika bumi masih menyimpan banyak potensi yang belum ditemukan olah manusia.

(uky)
READ MORE - 9 Penghuni Sungai yang Menyeramkan

Thursday, February 24, 2011

GILA Anjing Ini Harganya 5,8 Milyar



Membeli barang dengan harga mahal tidak menjadi masalah bagi seorang jutawan. Apalagi jika sang jutawan menggilai barang yang diburunya.

Seperti yang dilakukan seorang jutawan perempuan yang tinggal di wilayah timur China. Ia rela merogoh kocek cukup dalam hanya untuk membeli seekor anjing dengan harga 4 juta yuan (sekitar Rp 5,8 miliar).

Tak cukup sampai di situ, jutawan yang hanya mau memberikan namanya Wang, juga mempersiapkan penyambutan supermewah untuk anjing barunya tersebut. Anjing jenis Tibetan Mastiff ini pun disambut dengan iring-iringan 30 mobil Mercedes Benz berwarna hitam. Senada dengan warna anjing yang dibelinya.

Maka bandara di Xian, provinsi Shanxi di wilayah utara China, dihebohkan dengan kedatangan sang anjing, Rabu (9/9) waktu setempat. Iring-iringan mobil tersebut didahului dengan dua kendaraan jenis SUV memimpin di depan. Mereka menjemput Wang dan anjingnya yang baru datang dari provinsi Qinghai, barat laut China.

Media di China memperlihatkan Wang berpose dengan anjing tersebut. Ada pula para pecinta anjing yang berdiri berjajar sembari membawa baner bertuliskan selamat datang.

Menurut Wang, ia dan temannya telah lama mencari anjing jenis Tibetan Mastiff yang asli. Seperti pepatah ‘cinta itu buta’, begitulah perasaan Wang terhadap anjing yang baru dibelinya itu. “Emas ada harganya. Namun anjing Tibetan Mastiff ini tidak ternilai lagi harganya,” ujar Wang singkat.

Anjing jenis Tibetan Mastiff merupakan keturunan anjing primitif dan dikenal sebagai anjing rumahan. Tibetan Mastiff juga dikenal dengan nama Tsang Khyi dan Do-khyi, yang berarti anjing yang terikat. Maksudnya, anjing ini banyak difungsikan sebagai anjing penjaga rumah.

Sesuai namanya, anjing ini masih banyak dijumpai di wilayah Tibet. Tinggi badannya bisa mencapai lebih dari 80 cm. Namun rata-rata tingginya berkisar antara 61 hingga 72 cm dengan berat badan antara 45 hingga 72 kg.

Warna bulunya pun bervariasi. Mulai dari hitam, emas, biru keabu-abuan, maupun coklat. Paling jarang dijumpai adalah Tibetan Mastiff yang berwarna putih. Bulunya sangat lebat. Bahkan ada yang mirip singa karena bulu yang tumbuh di mukanya begitu panjang, mirip surai raja hutan Afrika itu.

Mengingat Tibetan Mastiff termasuk dalam golongan anjing primitif, maka mereka hanya bisa menambah keturunannya satu tahun sekali. Tidak seperti anjing kebanyakan yang rata-rata bisa beranak dua kali dalam setahun. Biasanya anak anjing Tibetan Mastiff lahir antara bulan Desember dan Januari.

Meskipun anjing rumahan, ternyata temperamen sang anjing tidak bisa diprediksi. Di Tibet, anjing tersebut dikenal agresif dan ganas. Di samping itu mereka sangat sulit dilatih. Namun Tibetan Mastiff yang telah dibiakkan di Inggris bisa jinak dan menurut pada pemiliknya.
READ MORE - GILA Anjing Ini Harganya 5,8 Milyar

Wednesday, February 23, 2011

Mamalia Terkecil di Dunia

Mamalia Apa Terkecil Dunia?

INILAH.COM, Jakarta – Mamalia terkecil dunia ini tampak lucu dan tak berdaya. Namun di balik ukurannya yang mungil, hewan ini bisa melakukan hal-hal tak terduga. Seperti apa?

Mamalia ini bisa memanjat antardahan pohon sembari berburu serangga dan menghindari predator dengan bersembunyi di retakan minor pohon, tubuh kecil mungilnya sangat menguntungnya. Nyatanya, mamalia terkecil dunia seukuran kumbang. Berikut urutan mamalia kecil hingga terkecil dunia.

5. Pygmy Possum

Meski hewan ini tampak lebih berhubungan dengan chincilla dibanding kanguru, pygmy possum merupakan bagian keluarga marsupial, termasuk wombat, setan tasmania dan koala. Ukurannya berkisar 5-10 centimeter dan berat 10-45 gram.

Binatang malam yang menggunakan ekornya untuk bergantung di pohon ini dapat ditemui di Australia, Papua Nugini dan Indonesia. Menakjubkannya seperti dikutip lifeslittlemystery, selama musim dingin hewan ini mampu mengurangi metabolisme hingga titik tak butuh makan, gantinya ia mendapat nutrisi dari lemak yang tersimpan di ekor.

4. Tikus Tanah Amerika

Hewan ini memiliki berat 10 gram dan panjang 6,3 cm dengan ekor 2,5 cm. Hewan ini juga dikenal dengan tikus Gibb dan tinggal di hutan barat laut Amerika Serikat (AS) dan British Columbia. Seperti tikus tanah lainnya, mamalia ini memiliki kuku panjang, runcing, rata dan tajam untuk menggali.

Tikus ini juga kerap ditemukan mencari makan di permukaan tanah. Selain itu, tikus ini juga memanjat semak-semak untuk berburu serangga.

3. Pygmy Jerboa

Mamalia ini sempat menjadi sensasi di YouTube pada 2010. Hewan mungil ini mirip perpaduan tikus dan bayi kanguru. Makhluk imut ini merupakan tikus terkecil dunia yang memiliki berat tiga gram dan panjang 6,3 cm dan ekor 7,6-25,4 cm.

Jerboa merupakan binatang asli Pakistan dan Afganistan. Di Asia Tengah dan China saja terdapat 25 spesies tikus ini.

2. Tikus Tanah Etruska

Tikus ini memiliki berat kurang lebih dua gram. Tikus ini bisa tumbuh antara 3,8-5 cm, ketika ditambah dengan panjang ekornya, tikus ini memiliki panjang 5,8 cm. Tikus mungil ini memiliki nafsu makan yang besar bahkan makan dengan porsi dua kali ukuran tubuhnya tiap hari.

Selain itu, hewan ini memiliki detak jantung sangat cepat, yakni 25 detak per detik atau 1.500 detak per menit. Jika dibanding manusia, detak manusia hanya 72 kali per menit. Tikus ini dapat ditemui di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Utara, Tengah dan Selatan.

1. Kelelawar Kumbang

Mamalia terkecil dunia ini memiliki berat dua gram dan panjang 2,5-3,3 cm atau seukuran kumbang besar. Hewan ini ditemukan zoolog Kitti Thonglongnya pada 1974. Karenanya, hewan ini juga dikenal sebagai kelelawar hidung babi karena hidung merahnya seperti babi.

Mamalia ini tinggal di gua dalam hutan dan hanya ditemukan di area kecil barat Thailand dan tenggara Myanmar. Habitat kelelawar ini hancur karena perusakan hutan dan turisme. Hal tersebut membuat International Union for Conservation of Nature menyatakan hewan ini sebagai hewan terancam punah. [mor]

READ MORE - Mamalia Terkecil di Dunia

Tuesday, February 22, 2011

Narwhal, Paus Bertanduk dari Kutub Utara



Narwhal (Monodon monoceros) adalah nama salah satu paus yg paling tidak diketahui manusia. Nama “narwhal” berasal dari bahasa Norse Kuno yg berarti “paus mayat”. Nama itu diberikan karena kebiasaannya yg kadang-kadang berenang tak bergerak di permukaan laut dengan posisi perut menghadap ke atas & warna tubuhnya yg bertotol-totol kelabu seperti pelaut yg tenggelam.

Mereka diketahui hanya hidup di seluruh perairan Kutub Utara, tepatnya di Samudera Arktik. Narwhal adalah paus bergigi & termasuk karnivora yg memakan hewan-hewan laut seperti ikan, udang, atau cumi-cumi.

Tanduk spiral narwhal yang misterius ternyata berfungsi sebagai sensor raksasa yang membantunya mengetahui kualitas air dan untuk “mencium” narwhal lainnya. Tanduk paus narwhal yang panjangnya bisa mencapai 2,4 meter itu telah sejak lama menjadi teka-teki para ahli alam dan pemburu. Penjelasan mengenai fungsinya pun seringkali menimbulkan perdebatan, begitu kata Dr. Martin Nweeia, seorang peneliti Harvard School of Dental Medicine.

Menurut Nweeia, tanduk tersebut sepertinya memiliki kemampuan penginderaan hidrodinamik. Ia mengungkapkan hal ini dalam prsentasi di Konferensi mengenai Biologi Mamalia Laut di San Diego.

Narwhal (Monodon monoceros) adalah sejenis paus yang termasuk sangat langka. Panjang tubuhnya mencapai 4 hingga 4,5 meter, dan kebanyakan dijumpai di perairan lautan Artik sekitar Kanada, tapi kadang juga terlihat jauh ke timur hingga Rusia.

Tim Nweeia menemukan bahwa tanduk narwhal serupa dengan membran dengan permukaan yang amat sensitif. Ada sekitar 10 juta saraf yang terhubung ke permukaan tanduknya, guna mendeteksi perubahan suhu, tekanan, dan kadar garam air. “Tidak ada sesuatu yang sebanding dengannya di alam dan tak ada yang lebih unik dari tanduk narwhal dalam hal bentuk, kenampakan, dan fungsinya.

Setiap paus narwhal (Monodon monoceros) juga menggunakan suara untuk berkomunikasi satu sama lain seperti halnya lumba-lumba atau ikan paus lainnya. Bahkan, masing-masing kemungkinan memiliki suara unik yang juga menunjukkan identitasnya.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa mamalia laut menggunakan sinyal suara untuk berkomunikasi satu sama lain di dalam air. Penelitian terakhir bahkan menunjukkan bahwa paus punya dialek.

Namun, belum banyak penelitian yang mempelajari identitas suara seperti yang diguankan paus narwhal. Para penelitinya yakin paus narwhal menggunakan suara untuk mengenali sesamanya dan membedakan satu individu dengan individu lainnya.

Hal tersebut disimpulkan para ilmuwan setelah mempelajari suara tiga ekor narwhal di Teluk Admiralty di Pulau Baffin, Kanada. Mereka menggunakan perekam elektronik yang ditempel di badan mamalia raksasa tersebut.

“Untuk pertama kalinya, kami benar-benar dapat mengikuti hewan tersebut kapan saja mereka bersuara dan ke mana saja mereka bergerak,” kata Ari Shapiro dari the Woods Hole Oceanographic Institution.

Meskipun salah satu alat perekamnya hilang, dua yang tersisa telah menunjukkan bentuk suara yang berlainan, berupa suara siulan dan denyutan. Shapiro menunjukkan bahwa kedua jenis suara bukanlah sinyal yang dipakai untuk bertukar informasi mengenai sumber makanan, tapi sekedar menunjukkan identitas individu dalam komunikasi sosial.

Apa yang dilakukan paus narwhal mirip dengan lumba-lumba hidung botol yang juga mengeluarkan suara siulan untuk berkomunikasi. Meskipun data-data mengenai komunikasi di antara paus narwhal masih minim, para ilmuwan yakin ia memiliki pendengaran yang sangat peka seperti halnya paus lainnya.

Mereka rutin melakukan migrasi hingga ribuan kilometer dan berkelompok. Maka dengan suara yang berbeda-beda, masing-masing dapat membedakan individu dalam kelompoknya atau kelompok lainnya. Hasil penelitian ini dimuat dalam Journal of Acoustical Society of America edisi September 2006.





Source : http://hariansobek.blogspot.com/2011/02/3-alasan-mengapa-wanita-tergila-gila.html

READ MORE - Narwhal, Paus Bertanduk dari Kutub Utara